Ketika sebuah pesanan terlambat
sampai ke customer,
hal pertama yang sering
disalahkan adalah proses pengiriman.
Kurir terlambat.
Rute terlalu jauh.
Traffic terlalu
padat.
Padahal, keterlambatan bisa terjadi jauh sebelum barang diserahkan kepada kurir.
Sebuah order harus melewati beberapa tahapan sebelum sampai ke customer.
Memahami perbedaan
antara order
fulfillment dan delivery menjadi penting agar
bisnis tidak salah
mencari sumber masalah.
Apa Itu Order Fulfillment?
Order fulfillment adalah seluruh proses yang terjadi
sejak pesanan diterima
hingga barang siap dikirim.
Secara sederhana,
prosesnya dapat mencakup:
Order masuk →
stok diverifikasi → picking → packing → dispatch.
Di tahap ini, warehouse memiliki peran besar.
Ketika stok tidak akurat,
barang sulit ditemukan, picking terlalu lama, atau proses packing tidak terorganisir, order
bisa terlambat bahkan sebelum kendaraan meninggalkan warehouse.
Artinya, masalah
yang terlihat sebagai
"delivery delay" sebenarnya bisa dimulai dari fulfillment.
Lalu
Apa yang Dimaksud dengan Delivery?
Delivery dimulai
ketika barang sudah siap dan diserahkan untuk dikirim kepada customer.
Pada tahap
ini, faktor seperti
pemilihan kendaraan, rute,
traffic, kapasitas kendaraan, jumlah delivery point, dan
kondisi perjalanan dapat memengaruhi waktu pengiriman.
Di sinilah transportation management menjadi penting.
Bisnis perlu memastikan kendaraan
dan rute digunakan
secara optimal agar barang
dapat sampai sesuai target.
Fulfillment
Lambat, Delivery Ikut Terlambat
Bayangkan sebuah
customer melakukan order pada pukul 10 pagi.
Barang sebenarnya tersedia di warehouse, tetapi tim membutuhkan tiga jam untuk menemukan barang, melakukan picking,
dan menyelesaikan packing.
Kurir baru
menerima barang pada pukul 2 siang.
Jika barang kemudian terlambat sampai,
masalahnya belum tentu berasal dari kurir.
Empat jam pertama sudah hilang di proses fulfillment.
Inilah mengapa
perusahaan perlu melihat
keseluruhan perjalanan order, bukan hanya waktu ketika barang sudah berada di kendaraan.
Bottleneck Bisa Terjadi di Mana Saja
Dalam proses logistik, setiap tahap saling
berkaitan. Jika inventory tidak akurat, picking bisa tertunda.
Jika picking lambat, packing ikut tertunda.
Jika packing terlambat, kendaraan harus menunggu.
Jika
kendaraan berangkat terlambat, delivery window ikut bergeser. Satu bottleneck kecil dapat menciptakan efek berantai hingga
customer.
Karena itu, perusahaan perlu memiliki visibility terhadap setiap tahapan,
bukan hanya status "sudah
dikirim" atau "belum dikirim".
Bagaimana Mengetahui Masalahnya Ada di Fulfillment atau Delivery?
Perusahaan dapat mulai melihat beberapa
indikator sederhana.
Jika banyak order membutuhkan waktu lama sebelum
diserahkan kepada kurir, kemungkinan masalah berada di
proses fulfillment.
Jika order
sudah siap dikirim
tepat waktu tetapi
sering terlambat sampai
customer, perusahaan perlu mengevaluasi proses delivery.
Data seperti
order processing time, picking time, dispatch time, delivery time, dan
failed delivery rate dapat membantu menemukan titik
bottleneck dengan lebih jelas.
Tanpa data tersebut, evaluasi
sering berakhir pada asumsi.
WMS
dan TMS Memiliki Peran yang Berbeda
Fulfillment dan delivery membutuhkan pendekatan
yang berbeda.
Warehouse Management System (WMS) membantu mengelola
aktivitas di dalam warehouse, termasuk inventory,
lokasi barang, picking, dan proses fulfillment.
Sementara Transportation
Management System (TMS) berfokus pada aktivitas
transportasi dan distribusi, seperti perencanaan rute,
pengelolaan kendaraan, dan monitoring pengiriman.
Keduanya bukan
pengganti satu sama lain.
Justru ketika WMS dan TMS dapat terhubung, perusahaan memiliki visibility yang lebih
lengkap dari warehouse hingga customer.
Jangan
Hanya Mengukur "Sampai atau Tidak"
Keberhasilan logistik
bukan hanya tentang
apakah barang akhirnya
sampai. Perusahaan juga perlu mengetahui:
Berapa lama order diproses?
Berapa lama barang menunggu
untuk dikirim? Berapa lama
perjalanan berlangsung?
Di tahap mana
keterlambatan paling sering terjadi?
Dengan melihat
seluruh proses, perusahaan dapat memperbaiki masalah
dari sumbernya, bukan hanya menangani dampaknya.
Linknau menyediakan solusi WMS dan TMS yang membantu
bisnis mengelola proses warehouse hingga transportasi
secara lebih terintegrasi.
WMS
membantu meningkatkan visibility dan kontrol terhadap proses fulfillment,
sementara TMS membantu mengoptimalkan aktivitas
transportasi dan pengiriman.
Karena ketika
customer mengatakan "pesanan
saya terlambat," pertanyaan pertama yang seharusnya bukan:
"Kurirnya kenapa?"
Tetapi:
"Di bagian mana prosesnya mulai terlambat?"
