Pertumbuhan ekonomi
yang positif tidak selalu berarti
semua bisnis berada dalam
kondisi yang sama.
Ketika
daya beli konsumen lebih berhati-hati dan biaya menjalankan bisnis tetap
tinggi, perusahaan perlu semakin cermat dalam menjaga margin. Menaikkan harga
bukan selalu pilihan yang mudah, sementara
mempertahankan harga juga berarti bisnis harus
lebih pintar mengelola biaya.
Dalam kondisi seperti ini, efisiensi operasional menjadi
semakin penting.
Bukan berarti bisnis harus berhenti
melakukan ekspansi. Justru perusahaan perlu memastikan setiap sumber daya yang
digunakan benar-benar menghasilkan nilai.
Ketika Revenue
Tidak Bisa Didorong
Terus, Biaya Mulai Menjadi Fokus
Ada batas seberapa sering bisnis bisa menaikkan harga atau mengejar
volume penjualan untuk meningkatkan revenue.
Jika konsumen
semakin sensitif terhadap
harga, kenaikan harga yang terlalu
agresif justru dapat memengaruhi permintaan.
Karena itu, salah satu ruang yang masih dapat dikendalikan perusahaan adalah bagaimana proses bisnis dijalankan.
Berapa banyak
waktu yang terbuang?
Berapa banyak pekerjaan
yang masih dilakukan
secara manual? Berapa banyak
biaya yang muncul karena kesalahan?
Dan berapa banyak biaya logistik yang
sebenarnya bisa dioptimalkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi
semakin relevan ketika margin mulai tertekan.
Efisiensi Bukan Berarti Sekadar Memotong Biaya
Kesalahan yang sering terjadi
adalah menganggap efisiensi hanya berarti mengurangi pengeluaran.
Padahal, efisiensi
lebih luas dari itu.
Memotong jumlah
karyawan tanpa memperbaiki proses mungkin hanya
membuat tim yang tersisa
semakin terbebani.
Mengurangi
biaya pengiriman dengan selalu memilih layanan termurah juga belum tentu menghasilkan biaya total yang lebih rendah jika delivery
menjadi lebih lambat atau
tingkat kegagalan pengiriman meningkat.
Efisiensi berarti
mendapatkan hasil yang sama atau lebih baik dengan penggunaan sumber daya yang lebih optimal.
Logistik
Menjadi Salah Satu Area yang Perlu Diperhatikan
Bagi bisnis yang memiliki
aktivitas distribusi tinggi,
logistik merupakan bagian penting
dari biaya operasional.
Biaya tersebut
tidak hanya berasal dari ongkir.
Ada biaya
kendaraan, bahan bakar,
tenaga kerja, warehouse, retur, failed delivery, hingga waktu yang digunakan
untuk mengelola proses pengiriman.
Masalahnya, sebagian
biaya tersebut sering
tersebar di berbagai
aktivitas sehingga sulit
terlihat secara keseluruhan.
Dengan visibility yang lebih baik, perusahaan dapat mulai melihat
bagian mana yang paling banyak mengonsumsi sumber daya
dan di mana efisiensi dapat dilakukan.
Data Membantu Bisnis Mengambil Keputusan yang Lebih Tepat
Dalam kondisi
ekonomi yang penuh
ketidakpastian, keputusan berdasarkan asumsi menjadi semakin berisiko.
Perusahaan perlu
mengetahui kondisi inventory, biaya pengiriman, performa
fulfillment, hingga produktivitas operasional secara lebih jelas.
Misalnya, data dapat menunjukkan bahwa beberapa produk terlalu lama berada di gudang, rute pengiriman tertentu
terlalu mahal, atau ada proses manual yang sebenarnya dapat diotomatisasi.
Tanpa data yang cukup, masalah seperti
ini sering baru terlihat setelah
biaya sudah terlanjur terjadi.
Digitalisasi Tidak
Harus Berarti Mengubah
Semuanya Sekaligus
Efisiensi operasional tidak selalu
membutuhkan transformasi besar dalam satu waktu.
Bisnis dapat memulainya dari proses yang paling banyak menghabiskan waktu atau
menimbulkan kesalahan.
Inventory dapat
mulai didigitalisasi.
Proses pengiriman
dapat dikonsolidasikan.
Data dari berbagai aktivitas dapat mulai diintegrasikan.
Kemudian, sistem
dapat dikembangkan seiring dengan kebutuhan bisnis.
Pendekatan bertahap
seperti ini memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi tanpa harus menghentikan
operasional yang sedang berjalan.
Saat
Kondisi Pasar Menantang, Operasional Menjadi Competitive Advantage
Perusahaan tidak
dapat mengontrol kondisi
ekonomi, daya beli konsumen, atau perubahan pasar.
Tetapi perusahaan masih dapat mengontrol bagaimana mereka menjalankan operasional.
Bisnis
yang mampu menjaga inventory tetap akurat, mengelola pengiriman dengan efisien, mengurangi pekerjaan manual, dan mengambil keputusan berdasarkan data
memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan biaya.
Linknau membantu bisnis
meningkatkan efisiensi operasional melalui ekosistem solusi yang mencakup Logistics
Aggregator, Warehouse Management System (WMS), dan Transportation Management
System (TMS).
Dengan proses logistik,
warehouse, dan transportasi yang lebih terhubung, bisnis dapat memiliki visibility yang lebih baik terhadap operasional sekaligus mengidentifikasi ruang untuk melakukan efisiensi.
Karena ketika kondisi pasar tidak selalu bisa kita kendalikan, cara kita menjalankan bisnis adalah sesuatu yang
masih bisa dioptimalkan.
