Pernah mencari
pallet, forklift, atau equipment di warehouse tetapi tidak tahu terakhir kali barang tersebut berada di mana?
Semakin besar
warehouse, semakin sulit
mengandalkan ingatan atau komunikasi antaroperator untuk mengetahui posisi
setiap aset.
Di sinilah
RTLS (Real-Time Location
System) dapat digunakan.
RTLS merupakan
teknologi yang memungkinkan perusahaan mengetahui dan melacak lokasi objek atau aset secara real-time dalam area tertentu
seperti warehouse atau fasilitas produksi.
Bagaimana RTLS Bekerja?
Secara sederhana, aset yang ingin dilacak diberikan
tag atau perangkat
tertentu. Infrastruktur di area warehouse kemudian menangkap
sinyal dari tag tersebut untuk menentukan lokasinya.
Teknologi yang digunakan dapat
berbeda-beda, seperti RFID,
Bluetooth, UWB, atau teknologi
wireless lainnya.
Data lokasi
tersebut kemudian dapat
ditampilkan melalui software
sehingga perusahaan dapat melihat posisi aset tanpa harus
mencarinya secara manual.
Apa yang Bisa Dilacak dengan
RTLS?
RTLS
tidak hanya digunakan untuk produk. Beberapa contoh aset yang dapat dilacak
antara lain:
●
Pallet
●
Forklift
●
Container
●
Warehouse equipment
●
Material handling
equipment
●
Tools
●
Kendaraan internal
●
Aset produksi
Untuk warehouse dengan aktivitas yang padat, kemampuan mengetahui lokasi aset secara
real-time dapat membantu mengurangi waktu pencarian dan meningkatkan visibility
operasional.
RTLS vs Barcode:
Apa Bedanya?
Barcode biasanya
memberikan informasi ketika
barang atau aset dipindai.
RTLS memiliki fungsi yang berbeda
karena fokus pada lokasi dan pergerakan objek dalam area
tertentu.
Karena itu, keduanya tidak selalu saling
menggantikan.
Warehouse dapat menggunakan barcode atau RFID untuk identifikasi inventory, sementara
RTLS digunakan ketika perusahaan membutuhkan visibility terhadap lokasi aset
secara real-time.
Kapan Warehouse
Membutuhkan RTLS?
RTLS mulai menarik untuk dipertimbangkan ketika:
1. Warehouse memiliki banyak aset yang berpindah-pindah
Semakin banyak forklift, pallet,
container, atau equipment, semakin sulit melacak
semuanya secara manual.
2. Waktu banyak terbuang
untuk mencari barang
atau equipment
Jika operator sering
menghabiskan waktu hanya
untuk mencari aset,
masalahnya bukan sekadar
produktivitas tetapi juga visibility.
3. Warehouse memiliki area yang luas
Pada fasilitas
besar, mengetahui lokasi aset secara real-time dapat membantu koordinasi antararea.
4. Perusahaan ingin membangun smart warehouse
RTLS dapat
menjadi salah satu teknologi yang menyediakan data lokasi untuk
mendukung automation dan pengambilan keputusan berbasis data.
Namun, RTLS bukan pengganti WMS. Keduanya memiliki
fungsi berbeda dan dapat saling melengkapi.
WMS membantu
mengelola apa yang ada di warehouse dan bagaimana inventory diproses, sedangkan RTLS membantu menjawab pertanyaan “di mana lokasinya sekarang?”
Untuk bisnis yang sedang membangun warehouse
yang lebih terstruktur, Linknau WMS dapat menjadi
fondasi pengelolaan inventory dan aktivitas warehouse secara digital. Dari
sana, teknologi tracking dan automation dapat dikembangkan sesuai kebutuhan
operasional.
